Thomas Amirico : Literasi Bukan Wacana, Tapi Tanggungjawab Nyata

Oplus_131072

Lampung Tengah, Raolnews – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, dengan nada tegas mengingatkan para kepala sekolah SMA dan SMK agar tidak menjadikan program literasi hanya sekadar jargon. Ia menuntut aksi nyata dalam meningkatkan kualitas berpikir kritis siswa melalui gerakan literasi sekolah yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Ini soal membentuk daya pikir kritis anak-anak kita, dan itu tanggungjawab kongkret kepala sekolah. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kita kehilangan satu generasi yang gagal berpikir,” tegas Thomas, saat memberikan arahan dalam kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Literasi Sekolah di Kantor Cabang Dinas Wilayah VI, yang dipusatkan di SMAN 1 Terbanggi Besar, Lampung Tengah, pada Selasa (27/5/2025).

Di hadapan puluhan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta guru Bahasa Indonesia dari 53 SMA dan SMK se-Lampung Tengah dan Tulangbawang Barat, Thomas mengajak seluruh jajaran pendidik untuk berani berpikir kritis dan memetakan strategi konkret dalam membangun budaya literasi.

“Implementasinya bisa dimulai dari pembinaan anak-anak OSIS agar menjadi navigator literasi di sekolah. Mereka yang akan menumbuhkan semangat membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bisa bersaing hingga ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Tak hanya bicara target, Thomas juga memberi apresiasi kepada sekolah-sekolah di wilayah VI atas capaian luar biasa dalam pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP). Provinsi Lampung baru-baru ini diganjar penghargaan Juara 1 Nasional dalam kategori pengelolaan PIP terbaik.

“Ini buah dari kerja sama semua pihak, dari kepala sekolah, staf tata usaha, hingga tim validasi data yang saling bersinergi. Penyaluran PIP yang akurat dan tepat sasaran telah menciptakan sistem pendidikan yang patut dibanggakan,” puji Thomas.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Terbanggi Besar yang juga menjabat Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Lampung Tengah, Nyoman Suarmo, menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung program literasi tersebut.

“Lampung Tengah punya dua sekolah unggulan, SMAN 1 Terbanggi Besar dan SMAN 1 Kotagajah, yang akan kami jadikan motor penggerak literasi di daerah ini. Harapannya, mereka bisa menjadi katalis untuk sekolah-sekolah reguler lainnya,” kata Nyoman.

Menurutnya, program literasi sekolah bukan hanya soal kegiatan membaca di perpustakaan, tetapi lebih dari itu, menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukan bakat, menuangkan ide, dan membangun karakter melalui karya tulis.

“Ini akan jadi ruang tumbuhnya kreativitas, bukan sekadar formalitas kegiatan sekolah,” tandasnya. (tk/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *