BENSORINFO.COM – Ketua Marcab Laskar Merah Putih Kota Bandar Lampung, Mawardi Shobier, SH. MH., menegaskan bahwa pihaknya memberikan waktu dua kali 24 jam bagi kelompok preman yang diduga berasal dari Ambon dan Flores untuk meninggalkan Lampung. Jika tidak, Laskar Merah Putih siap menurunkan pasukan inti guna mengusir mereka demi menjaga kondusifitas keamanan di daerah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Mawardi sebagai respons atas maraknya aksi premanisme di kawasan Universitas Malahayati, Rajabasa, Bandar Lampung. “Kami mengedepankan penyelesaian melalui aparat penegak hukum, yaitu TNI dan Polri. Namun, jika tidak ada tindakan tegas, kami bersama elemen masyarakat lainnya akan turun langsung. Dalam waktu dua kali 24 jam, mereka harus angkat kaki dari Lampung,” tegasnya.
Menurut Mawardi, keberadaan kelompok tersebut di sekitar Universitas Malahayati telah dianggap melanggar batas teritorial dan mencederai harga diri masyarakat Lampung. “Jangan mengganggu Pi’il Pesenggiri kami, wahai orang Timur. Silakan cari tempat lain, tetapi jangan sekali-kali mengusik kami, atau kami akan menunjukkan karakter asli Suku Lampung,” ujarnya dengan nada tegas.
Mawardi juga mengungkapkan bahwa langkah ini telah mendapatkan restu dari Ketua Laskar Merah Putih Provinsi Lampung, H. Johan Nasri, beserta jajaran pengurus lainnya.
Di akhir pernyataannya, Mawardi menilai bahwa tindakan oknum dari kelompok tersebut telah menebar kebencian terhadap masyarakat Lampung. “Saya meminta kepada TNI, Polri, serta tokoh masyarakat Ambon untuk segera menarik diri dari Lampung sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.(Tim Red)