Jelang Musda Golkar, Alzier Berharap Jangan Ada Permainan Politik Kotor

1737615838216

Raolnews.com – Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Lampung, tensi politik di internal partai semakin memanas. Salah satu tokoh senior, M. Alzier Dianis Thabranie, tak segan melontarkan kritik pedas terkait dugaan adanya praktik mobilisasi dukungan yang dianggap mencederai semangat demokrasi.

“Jangan ada lagi trik murahan yang memanfaatkan pengaruh untuk mendukung kandidat tertentu. Musda ini harus jadi ajang demokrasi yang adil, bukan permainan politik kotor,” tegas Alzier, Rabu (22/1/2025).

Alzier menyoroti pentingnya memberi peluang yang sama bagi semua kandidat, termasuk nama-nama seperti Ismet Roni, Abi Hasan Muan, dan Hanan A. Rozak. Menurutnya, praktik mobilisasi suara tidak hanya mencoreng proses demokrasi, tetapi juga merusak kepercayaan kader di akar rumput.

“Musda ini adalah peluang untuk memajukan Golkar Lampung, bukan peluang untuk membangun dinasti politik,” imbuhnya dengan nada tegas.

Kemunduran Golkar Lampung, Sorotan Tajam Alzier

Alzier juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi Golkar Lampung pasca kepemimpinannya. Ia menyebut berbagai fasilitas yang dulu bermanfaat bagi masyarakat kini tak lagi terlihat.

“Dulu, Golkar Lampung punya fasilitas seperti ambulans dan kendaraan operasional untuk ketua DPD kabupaten/kota. Sekarang? Fasilitasnya hilang, kantor partai pun seperti tidak terurus,” kritiknya.

Ia juga menyebutkan bahwa perolehan suara Golkar terus menurun akibat lemahnya konsolidasi dan dukungan bagi kader. Jika kembali percaya memimpin, Alzier berjanji mengembalikan kejayaan Golkar Lampung dengan memastikan seluruh kader mendapat fasilitas yang layak untuk bekerja.

“Tidak akan ada lagi cerita anggota fraksi yang dimintai sumbangan. Semua kader, dari provinsi hingga desa, harus merasa didukung oleh partai,” ujarnya penuh optimisme.

Sindiran Keras untuk Anggota DPR RI

Alzier tak ketinggalan menyindir sejumlah anggota DPR RI yang berniat maju dalam Musda. Ia menilai mereka seharusnya fokus pada tugas di dapil masing-masing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan hanya mengejar jabatan tanpa kontribusi. Hargai kerja keras senior-senior yang sudah membangun fondasi partai ini,” tegasnya.

Musda Jadi Momen Penentuan Arah Baru

Menurut Alzier, Musda kali ini merupakan titik krusial untuk menentukan arah baru Golkar Lampung. Ia mengingatkan semua pihak untuk mengutamakan kepentingan partai dan rakyat, bukan ambisi pribadi.

“Kalau Musda ini sampai dirusak oleh permainan politik kotor, yang ruginya bukan hanya Golkar, tapi juga kepercayaan masyarakat,” tutupnya.

Panasnya dinamika politik di tubuh Partai Golkar Lampung ini diprediksi terus berlanjut hingga hari pelaksanaan Musda. Publik kini menunggu, siapa yang akhirnya mampu membawa Golkar Lampung kembali berjaya.(*)